Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat Datang
di Blog MAN Jatiwangi

Tampilkan postingan dengan label Siswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siswa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Januari 2014

Review Film "Les Choristes"


 Cerita berawal ketika Pierre Morhange seorang konduktor ternama usai menghadiri pemakaman ibunya dikunjungi seorang kawan lama bernama Pépinot Pertemuan itu mengajaknya kembali ke masa kecilnya di Sekolah Asrama Fond de L’Etang.  Melihat bangunan tua dengan jeruji besi sekolah itu nyaris lebih mirip penjara anak-anak. Dan memang Fond de L’Etang adalah sekolah untuk anak bermasalah.
Di sekolah ini ada sosok Rachin merupakan kepala sekolah Fond de L’Etang dengan pola pendidikan yang sangat keras untuk usia anak-anak dan terkenal dengan kalimat yang sering dia teriakan “Action, Reaction!” setiap kali siswanya melanggar peraturan yang kemudian diikuti jeritan siswa terdengar di sepanjang koridor sekolah saat mendapat hukuman kurungan dan pukulan atas pelanggaran yang dilakukannya. Hasilnya justru membuat siswa semakin nakal dan liar.
Sampai suatu hari datang seorang guru dengan penampilan lugu bernama Clément Mathieu seorang musisi yang merasa gagal mencapai impiannya menjadi musisi terkenal. Awalnya Clément Mathieu pun tak luput dari kenakalan siswa di sana, tapi caranya mengajar dengan pola yang bertolak belakang dengan pola pendidikan di Fond de L’Etang secara sembunyi-sembunyi mulai memperkenalkan musik kepada siswa. Clément Mathieu menyentuh siswanya yang liar dengan kelembutan musik.
Dalam film ini dikisahkan bagaimana Clément Mathieu memberi sanksi kepada siswanya ketika mencelakai salah satu guru di sana dengan memberi tugas merawat guru tersebut hingga sembuh, atau bagaimana mendekati Pépinot dan berusaha menjelaskan kepadanya bahwa orang tuanya sudah meninggal dunia saat perang dunia II setiap siswa termuda di Fond de L’Etang itu selalu berdiri di pintu pagar setiap hari sabtu dengan harapan bapaknya segera datang menjemput dia. Kemudian bagaimana saat menghadapi Morhange seorang siswa yang selalu mengganggu siswa lain dan seringkali membuat ulah tetapi suka menyendiri. Bahkan ketika menghadapi sosok Mondain seorang siswa yang bisa dikatakan kenakalannya melebihi semua siswa di Fond de L’Etang karena Mondain adalah siswa yang dikirim oleh seorang Psikiater karena kenakalan dan tindak kriminal yang seringkali dilakukan Mondain sudah tidak bisa dikendalikan lagi.
Kesukaan Clément Mathieu terhadap seni ternyata tidak bisa dihilangkan, meskipun berada di tengah sekolah sekeras Fond de L’Etang. Dengan penuh keyakinan Clément Mathieu bercita-cita membentuk Paduan Suara dan mulai melatih siswa-siswanya dengan susah payah. Hampir putus asa ketika mendapati siswanya tidak memiliki suara yang bagus untuk padua suara. Tapi Clément Mathieu tidak berhenti begitu saja, dengan tekun dia melatih siswanya. Hingga suatu malam dia mendengar seseorang menyanyikan lagunya nyaris sempurna. Ternyata  Pierre Morhange siswa pembangkang yang selama ini menolak bergabung dalam Paduan Suara asuhannya diam-diam menyanyi dengan suara soprannya. Lagi-lagi Clément menghukumnya dengan mengharuskan Morhange menjadi anggota Paduan Suaranya.
Konflik pun terjadi saat Mondain mengatakan bahwa Violette ibu Morhange yang merupakan pelayan restoran adalah seorang pelacur, dugaan Morhange diperkuat saat melihat Clément dan sebenarnya memang menyukai Violette menemui ibunya. Mondain pun mengajak Morhange untuk mengacaukan sekolah. Tapi Morhange menolaknya. Morhange pun berhenti berlatih Paduan Suara, tetapi akhirnya saat pementasan Paduan Suara Morhange diberi kesempatan menyanyikan bagian Solo dengan suara yang sangat menggetarkan seluruh penonton termasuk Pejabat Kota yang menghadiri acara itu. Clément hanya tersenyum saat Rachin sang kepala sekolah Fond de L’Etang mengakui Paduan Suara itu adalah inisiatif nya.
Sebuah tragedi terjadi, gedung sekolah Fond de L’Etang terbakar beruntung semua siswa selamat karena saat kejadian mereka sedang bersama Clément di tepi hutan. Karena kejadian itu Clément diberhentikan Rachin yang dianggap melakukan kelalaian pada waktu dia mengajar. Karena terbakarnya gedung sekolah terungkap juga bagaimana pola pendidikan yang penuh unsur kekerasan yang dilakukan Rachin selama memimpin Fond de L’Etang setelah semua siswa diwawancara. Dan pada akhirnya Rachin pun diberhentikan sebagai Kepala Sekolah Fond de L’Etang.
Pierre Morhange dewasa baru mengetahui kemana Clément Mathieu dan Pépinot setelah kebakaran gedung itu dari buku harian Clément Mathieu yang dibawa Pépinot sejak mengikuti perjalanan gurunya dan juga sebagai ayah angkatnya setelah membawanya pergi saat hari pemecatan  Clément Mathieu. Dan Clément Mathieu memenuhi janjinya pada Pierre Morhange dengan mendaftarkannya mendapat Beasiswa pada sebuah Sekolah Musik.
Sebuah akhir cerita yang manis meski tidak untuk semua tokohnya.
Pesan yang diperoleh setelah menonton film ini adalah sekecil apa pun yang kita lakukan untuk seseorang, akan memberikan pengaruh yang sangat besar untuk kehidupan seseorang di masa depannya kelak. Seperti Clément Mathieu yang merasa dirinya sebagai musisi gagal, ternyata mampu melahirkan Pierre Morhange seorang konduktor ternama.

By : Lilis Juwita, S.Kom
 

Selasa, 12 November 2013

PORSENI Madrasah Aliyah 2013




PORSENI (Pekan Olah Raga dan Seni) Madrasah Aliyah Tingkat Kabupaten Majalengka Tahun 2013 diagendakan akan dilaksanakan pada hari kamis tanggal 21 November 2013. Ajang unjuk prestasi di bidang Olah Raga dan Seni ini merupakan kesempatan yang selalu ditunggu oleh siswa siswi Madrasah Aliyah untuk menunjukkan prestasi di berbagai bidang sesuai dengan minat dan kemampuan siswa.
PORSENI Madrasah Aliyah Tingkat Kabupaten Majalengka Tahun 2013 ini akan mempertemukan kontingen dari sejumlah Madrasah Aliyah Negeri dan Madrasah Aliyah Swasta yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka. Dengan 18 Cabang Olah Raga, Seni dan Olimpiade Sains yang akan dipertandingkan dan diperlombakan pada PORSENI MA Tingkat Kabupaten Majalengka ini yaitu :
1.       Bulu Tangkis
2.       Bola Volley
3.       Catur
4.       Tenis Meja
5.       Lari 100 m
6.       Lari 400 m
7.       Pidato Bahasa Arab
8.       Pidato Bahasa Inggris
9.       Cipta Puisi Kandungan Al-Qur’an
10.   Kaligrafi
11.   Fahmil Qur’an
12.   Vocal Group
13.   Olimpiade Sains Matematika
14.   Olimpiade Sains Fisika
15.   Olimpiade Sains Kimia
16.   Olimpiade Sains Biologi
17.   Olimpiade Sains Ekonomi
18.   Olimpiade Sains Geografi
Tempat pelaksanaan PORSENI akan dilaksanakan di beberapa lokasi yaitu :
1.       Kampus STAI PUI Majalengka
2.       Stadion Warung Jambu Majalengka
3.       Kampus Bimbel Ganesha Operation Majalengka

Pada PORSENI Madrasah Aliyah Tingkat Kabupaten Majalengka Tahun 2013 ini MAN Jatiwangi akan mengikuti semua cabang dengan menurunkan 60 siswa yang masing-masing cabang akan memperebutkan Juara I,II dan III.
Semoga dengan keikutsertaan siswa-siswi MAN Jatiwangi mampu bersaing dengan sehat dan mampu mengukir prestasi di bidang Olah Raga, Seni dan Sains.

Selamat Berjuang
頑張って

Rabu, 24 Juli 2013

Kelas XII.IPS.2

  1. Adi Nurman
  2. Agung Maryanto
  3. Aji Fathurroji
  4. Amah Nurhamah
  5. Cece Zaenudin
  6. Dian Nurdiana
  7. Dinna Ashoka
  8. Ega Sugiana
  9. Elis Nuraeni
  10. Euis Syahrena
  11. Fitriyami
  12. Intan Siti Nurfalah
  13. Irma Nurul Ma’rifah
  14. Lia Yuliani
  15. Maman Daman
  16. Muhammad Dio Abdilla
  17. Muhammad Ridwan
  18. Nani Oktafiani
  19. Neng Holipah
  20. Niah Suniah
  21. Nurlita
  22. Pipit Pitriani
  23. Ria Laelatul Badriah
  24. Rindi Rismayanti
  25. Siti Ulfah
  26. Yulia

Kelas XII.IPS.1

  1. Abdul Hamid
  2. Dekis Nugraha
  3. Devi Yuliani
  4. Euis Helmi
  5. Febri Ramdani
  6. Ida Widianingsih
  7. Idah Sutidah
  8. Indri Mutia
  9. Irwan Maulana
  10. Joni Pranata
  11. Lia Rosliani
  12. Neng Erisnawati
  13. Nina Siti Umroh
  14. Nissa Nuranisa Herawati
  15. Nurhasanah
  16. Oon Patonah
  17. Pipit Pitriani Dewi
  18. Rika Nur Utami
  19. Ega Sugiana
  20. Romi Minarya
  21. Santi
  22. Siti Nur’aeni
  23. Susi Susanti
  24. Tita Karsita Sari
  25. Ucu Supriadi
  26. Yanto Kuswanto

Kelas XII.IPA

  1. Aan Hasanah
  2. Anna Amelia Devi
  3. Aris Rizki Darmawan
  4. Avinda Vitaningsih
  5. Ayu Meilani
  6. Ayu Nurhaeni
  7. Desy Setiawaty Khaerun
  8. Devi Nurul Amaliyah
  9. Dewi Suci Relawati
  10. Egi Ginanjar
  11. Eros Rosiah
  12. Euis Juliani
  13. Fitri Lestari
  14. Harry Suprianto
  15. Lisnawati
  16. Lusi Nurjanah
  17. Maya Fauzianti Hanifah
  18. Muhammad Ramdan
  19. Nia Sri Triani
  20. Nuni Ayustin
  21. Nur Halimah
  22. Nurhasanah
  23. Otong Oji
  24. Pebby Nur Ulfah
  25. Randyana Pamungkas
  26. Rianti
  27. Rizky Aulia
  28. Sri Sulastini
  29. Suci Anandilla Nurkaromah
  30. Titin Nurhayati
  31. Ucu Supriadi
  32. Yeyen Apriani

Selasa, 23 Juli 2013

Kelas XI.IPS.2

  1. Aa Maulana
  2. Abdul Aris Munandar
  3. Ade Mulyadi
  4. Aditya Nurramdani
  5. Aep Saepudin
  6. Agung Afriyanto
  7. Akbar Afwandi
  8. Ali Muazzaki
  9. Annisa Nur Fatimah
  10. Armand Maulana
  11. Deni Juniarto
  12. Devi Yulianti
  13. Egi Sapik Adam
  14. Iing Abdul Karim
  15. Ilham Anjay
  16. Iman Rukmana
  17. Jejen Jenal Aripin
  18. Jujun Juhana
  19. M. Dede Nurhadi
  20. M. Riyan Fauzi
  21. Mamay Harani
  22. Mira Rismayanti
  23. Mohamad Arif Hartanto
  24. Nendi Sofyan H
  25. Nisa Nurlatifah
  26. Randy Ramadhany
  27. Rizal Abdul Kholiq
  28. Shinta Ayu Lestari
  29. Shinta Indriani
  30. Siti Muslimat
  31. Sonita Oktaviany
  32. Sri Leli Soleha
  33. Taufiqurohman Al-Fariz
  34. Wahyu Andiyana
  35. Yana Setiyana
  36. Zia Ul Sardar As’adillah

Kelas XI.IPS.1

  1. Aby Muhamad Habibi
  2. Ai Nurul Rahayu
  3. Ai Siti Aisyah
  4. Arief Rahman Aziz BS
  5. Ary Agustin
  6. Asep Sunaryo
  7. Atin Suprihatin
  8. Dedeh Ayu Fitriah
  9. Ela Novi Wulansari
  10. Eno Halimah
  11. Euis Cahyati
  12. Eva Soraya
  13. Gin Gin Bukhori
  14. Gina Sonia Setiawati
  15. Gina Sonia Setiawati
  16. Hamzah Muzahid
  17. Ikmal Bahrul Kamal
  18. Meri Hardianti
  19. Meslin Lovia
  20. Nurcholis Majid
  21. Pina Ida Matusilmi
  22. Reno Fernando HP
  23. Ridwan Baihaki
  24. Rita Juanita
  25. Seli Umul Hukamah
  26. Septiyani Wulansari
  27. Sinta Anita
  28. Siti Ulfah Tun Nafsiah
  29. Titin Susanti
  30. Tofan Adi Permana
  31. Trio Azi Nur L
  32. Udin Saprudin
  33. Ulfi Alfiatul Fikriyah
  34. Vina Noviandini
  35. Yanto Pratama

Kelas XI.IPA.2

  1. Ahmad Wijaya
  2. Ai Aini Badria
  3. Amin Rais
  4. Annisa Humaeroh
  5. Augustira Maulana
  6. Didi Hardika
  7. Elsa Melarisa
  8. Fitri Indriyani
  9. Ii Nurhidayah
  10. Imas Nu’ah
  11. Lia Aulia Rahmah
  12. Meidy Amalia
  13. Mia Adinda Ibrahim
  14. Nopi
  15. Nia Kusniah
  16. Nina Munawaroh
  17. Nova Novianti
  18. Putriani Rahayu
  19. Reni Sri Mulyani
  20. Rima Nurfadillah
  21. Siti Tamala Badriyah
  22. Suci Julia Lestari
  23. Susan Dwi Lestari
  24. Susan Husnul Khotimah
  25. Umi Saroh
  26. Wiwi Wiarsih
  27. Yani Supriyani

Kelas XI.IPA.1

  1. Abdi Majah Alhusyada
  2. Ai Nelly Yulianti
  3. Ai Purnama Sari
  4. Annisa Nurlatifah
  5. Annisa Wulansari
  6. Dea Annisa
  7. Dede Dianti
  8. Eno Halimah
  9. Esti Hartika
  10. Euis Siti Basiroh
  11. Eva Nur Anggraeni
  12. Eva Triana Ulpah
  13. Hana Novianti
  14. Ida Damayanti
  15. Iin Indriani
  16. Ima Nirmadianti
  17. Ismail Suprayogi
  18. Jamaludin
  19. Mia Sukmiawati
  20. Nisa Sabrina Istiqomah
  21. Nuraeni
  22. Reni Darini
  23. Rosita
  24. Siti Nuraisah
  25. Susi Susanti
  26. Syasya Fuja Mulia
  27. Zaid Abdur Rahiim

Kelas X.4

  1. Ai Siti Nurjanah
  2. Anton Rismanto
  3. Dede Supriatna
  4. Dedeh Wulan Sari
  5. Eik Sihara
  6. Fauzi Almuharom
  7. Ibnu Hiban Al Hafidzi
  8. Indra Adi Kurniawan
  9. Isman Kaliman
  10. Lina Merlina
  11. M. Aji Nurfaizi
  12. Nunu Nugraha
  13. Nurhalimah
  14. Nurul Firdaus
  15. Ogi Sugiono
  16. Ramadhansyah Arifani
  17. Risma Aenun Azhar
  18. Syahiidah Ishmah
  19. Tri Reksi Wulansari
  20. Usamah
  21. Yuma Yanuar

Kelas X.3

  1. Anggia Wulandari
  2. Bagaskara N
  3. Dede Ana Minatul M
  4. Eva Sofiah Joharoh
  5. Fitriana
  6. Fuji Pramesti
  7. Iis Khodijah
  8. Ipal Saepullah
  9. Kamilatunisa
  10. Khoerul Anam
  11. Leo Prasetyo
  12. M. Rifa’i
  13. Neneng Jumala Sari
  14. Nursi Amiyati
  15. Ria Komalasari
  16. Rian Khoerul Anam
  17. Shela Amelia S
  18. Tesha Wahyudi
  19. Teti Sumiati
  20. Tia Septia Herlina
  21. Ucu Diani Tami
  22. Wili Tautin Akbar
  23. Yana Yunitasari

Kelas X.2

  1. Aji Kurnia
  2. Anggi Putra Ramjani
  3. Anna Juliana
  4. Azis Iswara
  5. Cici Ratnasari
  6. Devi Suhaevi
  7. Dwi Maharani
  8. Ende Siti Rodiyah
  9. Imas Siti Masriyah
  10. Irawati
  11. Irpan Darmawan
  12. Iyang Siti Hardiyanti
  13. M. Ilham Yulianto
  14. Maman Jumansa
  15. Nia Lustiana
  16. Niko Putra Irawan
  17. Ratna Mirnasari
  18. Rifki Arifiansyah
  19. Rima Aisyah Prihatini
  20. Yogi Nurdiansyah
  21. Yuli Juliana

Kelas X.1

  1. Abun Nurul Absor
  2. Ai Siti Nurainia
  3. Ayu Eca R
  4. Dina Noviana
  5. Dina Rosita
  6. Ela Nurlela
  7. Iis Rofikoh
  8. Indriani Fatimah
  9. Linda Lidiawati
  10. Muhammad Naqib
  11. Naiki Intuisina
  12. Ninik Karlina
  13. Ninik Karlina
  14. Nurul F
  15. Obi Rizki Setiawan
  16. Rana Angraena
  17. Septia Dwi Sukaryani
  18. Teti Hidayati
  19. Vera Silvana
  20. Widia Nurhidayah
  21. Yayah Siti S
  22. Yogi Iskandar
  23. Yunda Dwi Cahyati
  24. Yusril Maulana


Senin, 15 Juli 2013

MOS Edukatif YES, Bullying NO !!

Tahun ajaran 2013-2014 sudah dimulai ditandai dengan Masa Orientasi Sekolah, mulai hari Rabu tanggal 10 Juli 2013 sebagian siswa baru tingkat SMP dan SMA di beberapa sekolah sudah melaksanakan MOS (Masa Orientasi Sekolah) yang merupakan kegiatan rutin di awal tahun ajaran baru.
Meskipun kurikulum baru akan dilaksanakan, ternyata MOS tahun ini hampir tidak ada perbedaannya dengan MOS tahun sebelumnya. Siswa baru masih disibukkan dengan melengkapi pernak-pernik MOS yang nyaris tidak ada hubungannya dengan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah. Mungkinkah MOS merupakan satu dari sekian banyak duplikasi kegiatan dari senior sebelumnya tanpa pengkajian ulang ?
Mendengar kata MOS satu istilah yang langsung terlintas adalah bullyingyaitu intimidasi senior terhadap sang yunior. Ups… belum-belum siswa baru sudah disuguhi wajah sangar kakak kelasnya. Yunior harus nurut kepada semua printah seniornya, kalo tidak menurut pasti dihukum.
Semoga saja MOS sekarang lebih edukatif lagi. MOS menjadi masa pengenalan siswa baru dengan lingkungan baru, menjadi saat-saat yang bisa mendekatkan yunior dengan seniornya, dan saling mengenal di antara sesama siswa baru yang memiliki latar belakang atau lingkungan yang berbeda sehingga pada saat pembelajaran dimulai siswa baru sudah tidak merasa asing lagi dengan sekolah barunya.
MOS idealnya menjadi garis Start yang penuh motivasi untuk siswa baru sehingga mereka tidak mengalami kesulitan selama menjadi siswa di sekolahnya yang baru, bukan lagi menanamkan dendam atau rasa takut yang bisa menghambatnya selama belajar. Semoga MOS bisa memperkenalkan Sekolah dan lingkungannya termasuk semua kegiatan belajar dan ekskul yang bisa diikuti siswa dan masih banyak lagi yang bisa diperkenalkan kepada siswa baru.

Selamat berkenalan dengan sekolah baru… :)

Ikuti Tulisan lain di Kompasiana